Dapat dibayangkan, 300gr jangkrik kalung senilai Rp 52.500,00 dalam waktu 30-35 hari bisa meghasilkan 25-30 kilogram jangkrik siap didistribusikan. Harga dari peternak ke distributor saat ini berkisar Rp 35.000,- per kilogramnya.
Menerima tantangan untuk mencoba budidaya jangkrik? Terdapat 2 cara budidaya jangkrik,dengan bibit telur dengan bibit indukan. Tergantung mana yang menyenangkan buat kita jalani. Berikut ini saya akan memberikan gambaran langkah-langkah budidaya jangkrik kalung dengan bibit telur menggunakan media pasir.
- Pertama-tama yang harus kita kerjakan adalah menyiapkan nampan plastik dengan ukuran 15 x 20 cm yang akan digunakan sebagai tempat penetasan. Dalam satu nampan dapat disemaikan 2500 - 3000 butir telur setara dengan satu sendok makan.
- Kedua adalah menyiapkan atau membuat kandang tempat pembesaran atau pertumbuhan jangkrik. atau kita juga bisa mendapatkannya di pasar dengan harga antara Rp 150.000 - Rp 200.000 kandang tersebut memiliki volume kira-kira 25-30kg jangkrik dewasa. Berikutnya kita membuat kandang pembesaran atau pertumbuhan budidaya jangkrik. Dari bahan triplek dibuat kotak terbuka dengan ukuran panjang 120cm lebar 90cm dan tinggi 60cm. Dinding kotak bagian dalam dilakban licin secukupnya supaya tidak ada jalan keluar untuk jangkrik. Jangan lupa sudut yang ada celah celahnya dilem kayu, agar bayi bayi jangkrik setelah menetas tidak bisa keluar.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah kandang yang mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah kandang yang aman, jangkrik terhindar dari pemangsa seperti tikus, cecak, semut, laba-laba, ayam, kadal, kucing, dan lain-lain.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah merupakan tempat yang nyaman untuk jangkrik.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah kandang yang tidak secara langsung terkena sinar matahari.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah saat panen dapat dilakukan dengan mudah.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah kandang yang memiliki sirkulasi udara yang baik
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah saat panen dapat dilakukan dengan mudah.
* Kandang untuk ternak jangkrik yang baik adalah kandang yang memiliki sirkulasi udara yang baik
Untuk menjaga keamanan, maka kandang untuk ternak jangkrik sebaiknya dibuatkan kaki-kaki setinggi 20cm. Saat mulai digunakan kaki-kakinya di oles dengan lem tikus atau di coret-coret menggunakan kapur ajaib atau diberi mangkuk berisi air dan garam.
- Ketiga kita harus membeli bibit telur jangkrik kalung, telur jangkrik ini banyak tersedia di Multiraya.com. harga Rp 245.000 / kg. Usia telur yang kami jual 5 hari, Telur akan menetas berkisar 8-10 hari dari sejak di panen. Telur berwarna putih kekuning kuningan tidak ada flek ditengah ( telur sudah mati ). Kalau hitamnya hanya diujung, telur itu sudah tua, segera menetas. Telur yang bengkok atau hitam semua adalah telur jelek.
- Keempat mempersiapkan media pasir sebagai tempat penyemaian bibit telur jangkrik kalung dengan langkah awal yaitu memilih pasir yang halus dan bersih yang telah di ayak. Kemudian pasir tersebut dijemur atau di sangrai atau cuci dengan air panas, agar kuman-kuman yang ada di dalamnya mati, sehingga media pasir tersebut menjadi steril.
* Simpan nampan yang sudah disiapkan tadi ke kandang jangkrik, maksimal 2 nampan dalam satu kandang.
* Masukkan pasir halus tadi kedalam nampan yang telah di siapkan
* Taburkan pasir secara merata kedalam nampan dengan ketebalan antara 1-2cm
* Taburkan satu sendok telur jangkrik secara merata di atas pasir, lalu tutup kembali taburan telur jangkrik tersebut menggunakan pasir dengan lapisan yang setipis mungkin, sampai telur tidak tampak dari permukaan
* Sambil menunggu telur menetas, semprot media penetasan secara rutin agar pasir tetap lembab. Dalam 3-6 hari telur akan menetas, atau sesuai dengan tanda tanggal pada paket telur saat dibeli.
* Menjelang menetas, biasanya warna telr berubah menjadi kuning kehitaman. Agar mengetahi kondisi telur, nampan diamati setiap hari sebelum disemprot dengan air.
* Jika jangkrik sudah menetas, bayi-bayi jangkrik harus segera "diusir" dari nampan penetasan, supaya tidak saling makan sesamanya atau tidak mati, atau makan telur yang belum menetas. Warna bayi-bayi jangkrik akan berubah menjadi hitam atau kecoklatan dalam beberapa jam kemudian yang sebelumnya saat baru menetas berwarna terang
* Amati hingga 2 - 4 hari setelah ada telur yang menetas jika telur belum habis juga, kemungkinan masih ada telur yang belum waktunya menetas / sudah mati / membusuk.
Telur yang mati warnanya coklat mengkilap atau hitam ada jamurnya. Telur yang berjamur / membusuk, pertanda kelembabannya terlalu tinggi. Atau sebaliknya atau terlampau kering telur akan mati.
Pastikan untuk menjaga kelembaban kandang. Agar kandang tetap lembab , dapat kita lakukan dengan cara memberikan botol-botol kecil berisi air yang ditutup kapas yang bawahnya menjuntai didalam air seperti sumbu lampu minyak, kapas akan basah.
* Berikan lampu pijar 5watt pada malam hari dalam kandang, sebagai penghangat bayi-bayi jangkrik.
* Catat tanggal perkembangan mulai sejak telur menetas,. Agar memudahkan dalam merawatnya, Khususnya dalam hal pemberian makannya dan untuk untuk penentuan waktu pemanenan jangkrik.
* Jaga kebersihan kandang dan lingkungan kandangnya. Sisa atau bekas makanan bayi jangkrik harus segera di buang maksimal tidak lebih dari dua hari, agar kesehatan dan pertumbuhan jangkrik tetap terjaga.
PEMBERIAN PAKAN :
* Makanan untuk bayi-bayi jangkrik adalah sayuran seperti bayam, sawi, gambas, kangkung, wortel / kulit wortel, kulit pisang, dan lain-lain. Sediakan pepaya matang, pelet / pur, atau bisa juga di beri bekatul sebagai pakan bayi-bayi jangkrik yang berumur 3 - 6 hari.
Timun, wortel, maupun sayuran berair dipotong-potong hingga seperti batang korek api, agar bayi-bayi jangkrik tidak mati karena menempel di permukaan yang basah. Jangan sampai bayi-bayi jangkrik terkena percikan air, sebab bayi-bayi jangkrik bisa mati karena tertempel ditempatnya.
* Umur 6 - 15 hari makanan jangkrik diganti dengan sayuran, tetapi masih diberikan juga bekatul / pelet /tepung kacang hijau / pur halus. pemberiannya dapat secara kombinasi bergantian.
* Sesudah umurnya 10 hari lebih, jangkrik bisa mendapatkan makanan tambahan berbentuk campuran. Campuran terdiri dari campuran tepung kedelai, tepung kacang hijau, tepung beras merah, tepung ikan dan tepung jagung.
Makanan campuran diletakkan pada wadah yang datar, seperti nampan / tatakan. Nampan disimpan setiap sudut kandang. Namun, tetap masih harus memberikan makanan berupa sayuran.
* Sebagai minuman tambahan, sediakan air yang diresapkan pada spon. Jika usia jangkrik sudah sepuluh hari lebih, maka minum dapat diberikan dalam nampan diisi krikil.
* Pada usia 15-20hari, pelet masih tetap diberikan. Berikan daun pepaya, daun pisang / daun singkong sebagai pengganti daun sawi.
Umur 20 - 33hari, jangkrik siap dipanen. Pada usia 30 - 40 hari, anak-anak jangkrik berubah menjadi dogolan / clondo ( jangkrik muda ) . Dogolan / clondo sudah bisa dipanen dan dijual untuk dijadikan pakan ikan arwana dan burung.
Anda tertarik untuk beternak jangkrik kalung? kami sedia bibit telur jangkrik alam / seliring / madu / kuning dan kalung / genggong.
* Harga telur jangkrik alam / seliring / madu / kuning – Rp 245.000/kg
* Harga telur jangkrik kalung / genggong – Rp 245.000/kg
( HARGA SEWAKTU WAKTU BISA BERUBAH )
Cara Pesan SMS/Telpn : 0857.5664.2043 / PIN BBM 7B475653
Format SMS : Nama # Alamat Lengkap + Kode Pos # No Hp # Jumlah Pesanan # Nama Barang
Sekian artikel tentang Ternak Jangkrik Kalung Dengan Bibit Telur Media Pasir. semoga bermanfaat.
* Taburkan satu sendok telur jangkrik secara merata di atas pasir, lalu tutup kembali taburan telur jangkrik tersebut menggunakan pasir dengan lapisan yang setipis mungkin, sampai telur tidak tampak dari permukaan
* Sambil menunggu telur menetas, semprot media penetasan secara rutin agar pasir tetap lembab. Dalam 3-6 hari telur akan menetas, atau sesuai dengan tanda tanggal pada paket telur saat dibeli.
* Menjelang menetas, biasanya warna telr berubah menjadi kuning kehitaman. Agar mengetahi kondisi telur, nampan diamati setiap hari sebelum disemprot dengan air.
* Jika jangkrik sudah menetas, bayi-bayi jangkrik harus segera "diusir" dari nampan penetasan, supaya tidak saling makan sesamanya atau tidak mati, atau makan telur yang belum menetas. Warna bayi-bayi jangkrik akan berubah menjadi hitam atau kecoklatan dalam beberapa jam kemudian yang sebelumnya saat baru menetas berwarna terang
* Amati hingga 2 - 4 hari setelah ada telur yang menetas jika telur belum habis juga, kemungkinan masih ada telur yang belum waktunya menetas / sudah mati / membusuk.
Telur yang mati warnanya coklat mengkilap atau hitam ada jamurnya. Telur yang berjamur / membusuk, pertanda kelembabannya terlalu tinggi. Atau sebaliknya atau terlampau kering telur akan mati.
Pastikan untuk menjaga kelembaban kandang. Agar kandang tetap lembab , dapat kita lakukan dengan cara memberikan botol-botol kecil berisi air yang ditutup kapas yang bawahnya menjuntai didalam air seperti sumbu lampu minyak, kapas akan basah.
* Berikan lampu pijar 5watt pada malam hari dalam kandang, sebagai penghangat bayi-bayi jangkrik.
* Catat tanggal perkembangan mulai sejak telur menetas,. Agar memudahkan dalam merawatnya, Khususnya dalam hal pemberian makannya dan untuk untuk penentuan waktu pemanenan jangkrik.
* Jaga kebersihan kandang dan lingkungan kandangnya. Sisa atau bekas makanan bayi jangkrik harus segera di buang maksimal tidak lebih dari dua hari, agar kesehatan dan pertumbuhan jangkrik tetap terjaga.
PEMBERIAN PAKAN :
* Makanan untuk bayi-bayi jangkrik adalah sayuran seperti bayam, sawi, gambas, kangkung, wortel / kulit wortel, kulit pisang, dan lain-lain. Sediakan pepaya matang, pelet / pur, atau bisa juga di beri bekatul sebagai pakan bayi-bayi jangkrik yang berumur 3 - 6 hari.
Timun, wortel, maupun sayuran berair dipotong-potong hingga seperti batang korek api, agar bayi-bayi jangkrik tidak mati karena menempel di permukaan yang basah. Jangan sampai bayi-bayi jangkrik terkena percikan air, sebab bayi-bayi jangkrik bisa mati karena tertempel ditempatnya.
* Umur 6 - 15 hari makanan jangkrik diganti dengan sayuran, tetapi masih diberikan juga bekatul / pelet /tepung kacang hijau / pur halus. pemberiannya dapat secara kombinasi bergantian.
* Sesudah umurnya 10 hari lebih, jangkrik bisa mendapatkan makanan tambahan berbentuk campuran. Campuran terdiri dari campuran tepung kedelai, tepung kacang hijau, tepung beras merah, tepung ikan dan tepung jagung.
Makanan campuran diletakkan pada wadah yang datar, seperti nampan / tatakan. Nampan disimpan setiap sudut kandang. Namun, tetap masih harus memberikan makanan berupa sayuran.
* Sebagai minuman tambahan, sediakan air yang diresapkan pada spon. Jika usia jangkrik sudah sepuluh hari lebih, maka minum dapat diberikan dalam nampan diisi krikil.
* Pada usia 15-20hari, pelet masih tetap diberikan. Berikan daun pepaya, daun pisang / daun singkong sebagai pengganti daun sawi.
Umur 20 - 33hari, jangkrik siap dipanen. Pada usia 30 - 40 hari, anak-anak jangkrik berubah menjadi dogolan / clondo ( jangkrik muda ) . Dogolan / clondo sudah bisa dipanen dan dijual untuk dijadikan pakan ikan arwana dan burung.
Anda tertarik untuk beternak jangkrik kalung? kami sedia bibit telur jangkrik alam / seliring / madu / kuning dan kalung / genggong.
* Harga telur jangkrik alam / seliring / madu / kuning – Rp 245.000/kg
* Harga telur jangkrik kalung / genggong – Rp 245.000/kg
( HARGA SEWAKTU WAKTU BISA BERUBAH )
Cara Pesan SMS/Telpn : 0857.5664.2043 / PIN BBM 7B475653
Format SMS : Nama # Alamat Lengkap + Kode Pos # No Hp # Jumlah Pesanan # Nama Barang
Sekian artikel tentang Ternak Jangkrik Kalung Dengan Bibit Telur Media Pasir. semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar